Monev TKA di MTsN 5 Tegal, Kakanwil Jawa Tengah Tekankan Penguatan Mutu dan Profesionalisme ASN

Pangkah – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, melakukan monitoring pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Madrasah Tahun 2026 di MTsN 5 Kabupaten Tegal, Rabu (08/04). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan mutu madrasah sekaligus peningkatan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Tegal By Roni Sulchan, Katim Kurikulum dan Evaluasi Juair, serta jajaran pejabat terkait lainnya.

Kepala MTsN 5 Kabupaten Tegal, Fatchurodji, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA diatur sedemikian rupa agar seluruh tahapan berjalan dengan baik, aman, dan sesuai prosedur.

“Kami memastikan setiap proses pelaksanaan TKA berlangsung tertib dan terkendali, sehingga tidak ada kendala yang berarti di lapangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak madrasah juga memohon arahan dari Kakanwil terkait penguatan mutu pendidikan agar MTsN 5 Kabupaten Tegal semakin berkembang dan berdaya saing.

Menanggapi hal tersebut, Saiful Mujab menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek, mulai dari pembentukan karakter, budaya sekolah, hingga pelaksanaan teknis pembelajaran. Ia juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dan cara pandang dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

“Perlu adanya perubahan mindset dan budaya kerja agar tidak terjebak pada pola lama. Kemajuan hanya bisa dicapai jika kita memiliki visi yang jauh ke depan,” ungkapnya.

Ia juga mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam proses pembelajaran agar mampu meningkatkan capaian akademik siswa secara maksimal. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak cukup hanya memenuhi standar, tetapi harus terus ditingkatkan sesuai dengan potensi yang dimiliki madrasah

.“Pembelajaran harus dilakukan secara optimal agar hasil yang dicapai siswa juga maksimal. Jangan berhenti pada batas standar, apalagi ketika sudah memiliki program unggulan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Saiful Mujab mengingatkan pentingnya peran guru sebagai figur yang dekat dan dirindukan oleh peserta didik. Hal ini dapat dimulai dari niat yang kuat dalam mendidik, cara penyampaian materi yang lebih baik, serta komitmen bersama dalam membangun sistem pendidikan yang selaras dari awal hingga hasil akhir.

“Keseriusan dalam mendidik harus dimulai dari niat, kemudian diikuti dengan metode yang tepat, serta komitmen lembaga yang berjalan searah, mulai dari input, proses, hingga output dan outcome,” tambahnya.

Monitoring ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memastikan pelaksanaan TKA berjalan optimal sekaligus mendorong peningkatan kualitas madrasah melalui penguatan budaya kerja dan inovasi pendidikan.