Pangkah – MTsN 5 Tegal menggelar kegiatan praktik latihan kurban pada Sabtu (30/5) sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik mengenai pelaksanaan ibadah kurban sesuai syariat Islam. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut melibatkan guru, tenaga kependidikan, pengurus OSIM, dan siswa.
Sebanyak enam ekor kambing disembelih dalam kegiatan ini. Selain menjadi sarana pembelajaran praktik, daging kurban juga ditasyarufkan kepada warga masyarakat sekitar dan siswa yang berhak menerima manfaat. Proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian daging dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur madrasah.
Koordinator Tim Keagamaan MTsN 5 Tegal, Muslih, menjelaskan bahwa kegiatan praktik latihan kurban merupakan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik.
“Kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga pembelajaran tentang keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami makna ibadah kurban secara lebih mendalam karena mereka melihat dan terlibat langsung dalam prosesnya,” ujarnya.
Muslih menambahkan bahwa daging hasil kurban ditasyarufkan kepada masyarakat sekitar dan siswa yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian serta semangat berbagi yang menjadi salah satu hikmah utama ibadah kurban.
Sementara itu, salah satu tim OSIM MTsN 5 Tegal, Dhifa, mengaku senang dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, praktik latihan kurban memberikan pengalaman yang berharga sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap sesama
.”Kami tidak hanya belajar teori tentang kurban di kelas, tetapi juga melihat langsung proses pelaksanaannya hingga pembagian daging kepada penerima. Kegiatan ini mengajarkan kami pentingnya berbagi dan peduli kepada orang lain,” tuturnya.
Antusiasme siswa tampak sejak awal kegiatan hingga proses pendistribusian selesai. Melalui praktik latihan kurban ini, MTsN 5 Tegal berharap dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, jiwa sosial yang tinggi, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (GNF)

Leave a Reply